Dunia Informasi Terlengkap – Nama presiden Soekarno bagi kita warga Indonesia sudah pasti tidak asing lagi. Ya benar, beliau adalah presiden pertama bangsa Indonesia. Menjadi presiden Indonesia setelah berhasil memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini dari tangan para penjajah.
Selama Bung Karno “sebutan familiarnya” menjabat sebagai presiden Indonesia, sudah banyak prestasi yang telah ditorehkannya. Tidak hanya untuk tingkat nasional, bahkan sampai level Internasional. Sebut saja KAA (Konferensi Asia Afrika), Pembentukan Gerakan Non-Blok, dan lain sebagainya.
![]() |
| Presiden Soekarno |
Diluar itu, ternyata Bung Karno juga berhasil menorehkan prestasi juga di dunia Islam Internasional. Bahkan dari situ nama beliau tidak hanya dikenal sebagai pemimpin sebuah Negara, akan tetapi juga sebagai seseorang yang konsen dalam perkembangan dunia Islam. Ini jelas sebuah prestasi yang membanggakan bagi kita sebagai warga Indonesia. Mau tahu apa saja prestasi Bung Karno di Dunia Islam Internasional? Baiklah berikut kami ulas prestasi emas Bung Karno dalam Dunia Islam tingkat dunia.
Berhasil Menemukan Makam Imam Bukhari
Bagi kalangan umat Islam, nama Imam Bukhari sudah tidak asing lagi bagi mereka. Beliau dikenal sebagai seorang perawi hadist dan telah menghasilkan sebuah karya yang sangat penting dalam dunia hadits yaitu kitab Shahih Bukhori.
![]() |
| Makam Imam Bukhori |
Diluar kaitannya dalam dunia hadits, siapa yang menyangka kalau dibalik penemuan makam imam besar hadits tersebut masih ada peran dari Bung Karno. Penasaran kan?
Begini ceritanya
Pada tahun 1961, presiden Uni Soviet (Sekarang Rusia) Nikita Sergeyevich Khrushchev bermaksud mengundang Presiden Soekarno untuk datang ke Moskow. Namun ternyata Presiden Soekarno mengajukan syarat. Apabila syarat tersebut tidak dipenuhi maka beliau tidak mau datang ke Moskow Uni Soviet.
![]() |
| Uni Soviet |
Apa itu syaratnya? Yaitu Presiden Soekarno minta Khrushchev untuk bisa menemukan makam Imam Bukhori terlebih dahulu. Kita ketahui bahwa Imam Bukhori memang berasal dari sebuah wilayah Bukhoro, Samarkand yaitu sebuah daearah yang pada saat itu masuk wilayah kekuasaan Uni Soviet.
Karena pada saat itu Uni Soviet benar-benar membutuhkan dukungan Indonesia untuk melawan Amerika, maka mau tidak mau pemerintah Uni Soviet berusaha untuk memenuhi syarat yang diajukan oleh Presiden Soekarno.
![]() |
| Presiden Uni Soviet "Nikita Sergeyevich Khrushchev dan Presiden Soekarno |
Akhirnya Presiden Khrushchev pun menyuruh pasukan elitnya untuk mencari makam Imam Bukhori. Disaat awal pencarian memang masih menemui jalan buntu alias tidak berhasil menemukan. Namun berkat usaha keras dari para pasukan elit dengan berbekal informasi dari para sesepuh beragama Islam dari wilayah Samarkand, maka akhirnya ditemukanlah makam Imam Bukhori.
Bukan main senangnya Presiden Khrushchev. Karena dengan begitu Presiden Soekarno pun nantinya akan bisa datang ke Negara Uni Soviet.
Ketika ditemukannya makam Imam Bukhori, kondisinya sangat memprihatinkan dan sangat tidak terawat sama sekali. Kemudian dimulailah upaya pemugaran makam. Setelah dipugar dan diperbaiki disana sini, barulah Presiden Khrushchev menghubungi Presiden Soekarno bahwa makam Imam Bukhori sudah ditemukan.
Akhirnya Presiden Soekarno pun menepati janjinya untuk datang ke Moskow, Uni Soviet. Dan beliau juga menyempatkan pula berziarah ke makam Imam Bukhori pada tanggal 12 Juni 1961.
Menyelamatkan Universitas Al-Azhar Mesir
Jasa atau prestasi Presiden Soekarno yang lainnya adalah keberhasilan beliau dalam upaya menyelamatkan Universitas Al-Azhar Mesir dari ancaman penutupan oleh Presiden Mesir kala itu, Gamal Abdel Nasser. Alasan penutupan Universitas Al-Azhar karena ada gelagat dari para ulama Al-Azhar pada saat itu yang telah bergabung dengan kelompok Ikhwanul Muslimin. Dan maksud dari beragabungnya dua kelompok ini dalam rangka upaya mengusik kekuasaan presiden Gamal Abdel Nasser.
![]() |
| Presiden Mesir "Gamal Abdel Nasser |
Setelah mendengar berita ada upaya dari Presiden Mesir untuk menutup Universitas Al-Azhar, universitas yang menjadi kebanggan tidak hanya bagi warga mesir saja melainkan juga rakyat Indonesia karena banyak pelajar Indonesia yang belajar disana, Presiden Soekarno melakukan kunjungan kenegaraan ke Mesir pada tahun 1955. Dalam kunjungan tersebut juga membawa misi mempertanyakan keseriusan Presidena Nasser untuk menutup Universitas Al-Azhar.
![]() |
| Universitas Al-Azhar, Mesir |
Secara historis memang antara Presiden Soekarno dan Presiden Gamal Abdel Nasser sudah terjalin komunikasi yang mesra. Salah satunya kerja sama mereka dalam membentuk gerakan Non-Blok.
Bermodalkan hubungan kenegaraan yang sudah baik tersebut, akhirnya Presiden Gamal Abdel Nasser mengurungkan niatnya untuk menutup Universitas Al-Azhar.
Penanaman Pohon Soekarno di Arafah
Mungkin dalam benak anda bertanya-tanya mengapa terdapat pohon-pohon di padang arafah yang bernama Soekarno. Apakah karena pemberian Presiden Soekarno atau bagaimana?
Kisahnya berawal dari ide Bung Karno yang pada saat itu berangan-angan bagaimana agar umat Islam yang berhaji pada saat itu tidak merasa kepanasan saat melakukan ibadah haji. Padang Arafah memang dikenal sebagai padang yang tandus kala itu.
![]() |
| Padang Arafah dengan Jejeran Pohon Soekarno |
Akhirnya apa yang menjadi angan-angan dan permintaan Bung Karno tersebut dikabulkan oleh Raja Fahd. Memang sosok Bung Karno dimata Raja Fahd adalah sosok yang sangat dihormati, sehingga keinginan dari Presiden Soekarno pun bukan menjadi masalah bagi Raja Fahd untuk mengabulkannya.
![]() |
| Raja Fahd, Arab Saudi |
Tidak lama kemudian tertanamlah jejeran pohon-pohon yang sampai saat ini telah merimbunkan dan menghijaukan areal Padang Arafah. Lalu untuk menghormati jasa Presiden Soekarno tersebut, akhirnya nama-nama dari pohon tersebut diberi nama “Pohon Soekarno”.
Adapun untuk jenis pohon yang ditanam oleh Raja Fahd tersebut adalah jenis tanaman mimba yang diyakini daunnya memiliki kasiat untuk mengobati penyakit diare.
Mengembalikan Fungsi Masjid Biru Rusia
Dahulu, keberadaan masjid dan gereja di Negara Uni Soviet fungsinya bukan lagi sebagai tempat ibadah, melainkan beralih fungsi sebagai tempat gudang.
Termasuk juga dengan Masjid Biru yang terletak di Kota Saint Petersburg. Dimana pada saat itu fungsi Masjid Biru digunakan sebagai gudang penyimpanan obat-obatan dan senjata.
Termasuk juga dengan Masjid Biru yang terletak di Kota Saint Petersburg. Dimana pada saat itu fungsi Masjid Biru digunakan sebagai gudang penyimpanan obat-obatan dan senjata.
![]() |
| Masjid Biru Rusia |
Atas saran dan permintaan Bung Karno kepada Presiden Uni Soviet waktu itu Nikita Sergeyevich Khrushchev untuk mengembalikan fungsi masjid tersebut ke fungsi asalanya sebagai tempat ibadah, akhirnya dikembalikanlah fungsi masjid tersebut sebagaimana asalnya hingga sampai saat ini.









0 Response to "Prestasi Yang Ditorehkan Bung Karno Terhadap Umat Islam di Dunia Internasional"
Post a Comment